“Tari tidak semata-mata peristiwa gerak, ia adalah peristiwa media dari berbagai disiplin yang saya libatkan dalam kerja tari saya dan tubuh tetap sebagai poros utamanya.”
Fitri membagi metodenya dalam beberapa bagian: tubuh dalam ruang, tubuh dan ruang yang saling membaca, tubuh dan ruang yang melebur menjadi teks ekspresif, hingga tubuh, ruang, dan kebendaan yang diamati secara intuitif untuk digunakan dalam pertunjukan.
Teks oleh Saud Prayuda dan edit oleh Ferial Afiff.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Studio Tamu Semesta, Joned Suryatmoko, Gelanggang Olah Rasa, dan Bakmoy sedap buatan Rhea Laras - Lab Pangan.
Fitri Setyaningsih aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh yang tak hanya mendalami tari, tapi juga melintasinya dalam praktik penelusuran makna tubuh pada semasa waktu dan kesegaran perkembangannya. Ia memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti benda sehari-hari, produksi suara atau bunyi, seni konseptual, atau ranah eklektik lainnya. Bahkan beberapa prosesnya tanpa ragu menyentuh ruang ilusi, magis, hingga mistik.
Fitri juga bereksplorasi dalam kerja sinematografi dengan karya film tari seperti Kinjeng Tangis, Watu Gamping (Bilangan Tak Terhingga), dan Arus Bawah dalam Gelombang Merah. Dalam IDF 2024 Fitri juga mempresentasikan karya terbarunya Garis Tegak Lurus.
English:
“Dance is not merely an event of movement, it is an event of media from various disciplines that I involve in my dance work and the body remains the main axis.”
Fitri divides her method into several parts: the body in space, the body and space reading each other, the body and space merging into an expressive text, and the body, space, and objects becoming a complete informative text through intuition and observation.
This event was organized in collaboration with Studio Tamu Semesta, Joned Suryatmoko, Gelanggang Olah Rasa, and Bakmoy sedap by Rhea Laras - Lab Pangan. Fitri Setyaningsih actively develops ideas and bodywork that not only explore dance, but also cross it through body-based meaning making, sound, conceptual art, and other eclectic fields. She has also explored cinematographic work and presented her latest live performance works in various festivals, including IDF 2024.
