Tubuh sebagai Alat dan Wadah Mengekstrak ‘Akar’ dalam ‘Diri’.

Terkait dengan workshop dan praktik seninya, Lisette Ros mengembangkan dan menyediakan program kreatif, lokakarya, dan ceramah performatif. Tema-tema yang diangkatnya berasal dari penelitiannya, seperti: konstruksi identitas, performativitas gender, pemikiran kotak tanya, ritme harian, konvensi dan bukti diri untuk menentang cara berpikir/melihat yang lain, untuk ‘tidak berkondisi’ dan ‘melupakan pembelajaran’.

Lokakarya ini diselenggarakan dalam konteks kolaboratif dengan GOR di Bandung sebagai bagian dari fase ketiga ‘My Self, the (Unfamiliar) Roots’. Muncul dari wawasannya pada tahap pertama, yang diarahkan pada ‘(the Act of) Uprooting’. Atas dasar penggunaan tubuh mereka sendiri sebagai alat, (sumber) dan wadah, mereka bekerja secara bebas dengan ‘Akar’ dari para peserta dan mengekstrak ‘Bagian Akar’ tersebut.

Berasal dari Barat dan saat ini berada di Asia Tenggara, Ros mengalami berbagai gagasan dan dialog seputar topik ini menjadi katalis untuk mengembangkan lokakarya ini. Selama lokakarya, Lisette bekerja erat dengan para peserta, memberikan perhatian pribadi kepada masing-masing peserta, oleh karena itu sangat penting untuk menciptakan ruang yang aman, terbuka, dan intim. Lisette mengharapkan pembebasan dan kemampuan untuk menggunakan pikiran kita sendiri, tubuh kita, kreativitas pribadi, dan individualitas.

Tentang Seniman:

Lisette Ros, lahir di Belanda pada tahun 1991. Dia adalah seorang seniman konseptual dan pertunjukan yang mengeksplorasi masyarakat, identitas, dan pengalaman manusia. Dengan menggunakan tubuhnya sebagai media, dia mengungkap mekanisme yang membentuk kehidupan sehari-hari, mengidentifikasi diri sebagai manusia, wanita, dan cairan.

Penampilannya menganalisis rutinitas, menantang konvensi, dan mengungkap konsekuensi sosio-kultural. Karyanya bersifat interdisipliner, menggunakan tubuhnya sebagai alat dan titik fokus untuk mempertanyakan identitas, fluiditas-nya, dan behaviorisme. Dengan menimbulkan ketidaknyamanan melalui gerakan yang berulang-ulang, karya mendalam Ros mewujudkan emosi, kerentanan, dan pengalaman manusia.

Ros telah mengadakan pameran secara global, termasuk di Venice Architecture Biennale, SXSW di Austin, dan MWoods Museum di Beijing, di samping pertunjukan publik, bawah tanah, dan gerilya. Pada tahun 2021, ia meluncurkan ‘My Self, the (First) Breath’ di Islandia sebagai bagian kelima dari seri ‘My Self’. Saat ini, ia meneliti asal usul yang belum diketahui terkait dengan proses identifikasi di Indonesia dan Belanda, yang merupakan bagian keenam dari seri ini, yang antara lain dipandu oleh seniman pertunjukan Melati Suryodarmo. Pada bulan Juni 2023, Ros meluncurkan “Presence in Absence” di Casa Lü di Mexico City, yang pertama dalam serialnya ‘The Absence of Metamorphosis’, menyelidiki metamorfosis yang berasal dari amfibi: axolotl. Karya selanjutnya dipajang di Amsterdam pada tahun 2024.