Sasikirana meyakini bahwa seni tari adalah media yang dapat memproduksi pengetahuan, melintasi sekat-sekat perbedaan, dan menginisiasi beragam kerjasama untuk pemajuan kebudayaan.
Dalam KoreoLAB Saskirana 2024, menghadirkan Melynda Adriani (Berau, Kalimantan Timur) berkolaborasi dengan seniman kolaborator Bandung yaitu Gelanggang Olah Rasa (Bandung, Jawa Barat). Serta, Ayu Permata Sari (Kotabumi, Lampung) berkolaborasi dengan seniman kolaborator Bandung yaitu Yori Frisa Papilaya dari Rakarsa Foundation (Bandung, Jawa Barat). Lalu, dimentori oleh Joned Suryatmoko (Dramaturg, Indonesia), Thusnelda Mercy (Penari, Jerman), dan Pascal Merighi (Penari, Jerman)
“Industrial Water” berangkat dari hasil riset dan pengamatan Melynda Adriani dan Gelanggang Olah Rasa (GOR) berkolaborasi bersama Adiza Tri Utama dan N. Djatnika. W, terhadap sungai, air, dan listrik di Padalarang. Melynda dan GOR mencoba melihat relasi antara tubuh sungai yang berada cukup dekat dengan tubuh industri, namun kian berjarak dengan tubuh manusia. Fenomena ini tidak jauh berbeda dengan realitas yang dihadapi oleh masyarakat Berau akibat aktivitas industri batubara yang memanfaatkan tubuh sungai sebagai jalur perlintasan kapal tongkang.

Program ini merupakan residensi berkelanjutan untuk koreografer dan penari yang melibatkan seniman lintas bidang. Dengan menyeleksi 20 seniman tari muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkumpul dan mendapatkan pelatihan tari intensif dari mentor seniman tari professional, program ini bertujuan untuk memperdalam kemampuan kepenarian, memperluas wawasan dan membangun jejaring penari di Indonesia. Berlangsung selama 7 hari, program ini dilakukan untuk memetakan keragaman potensi tari sekaligus menjaring bibit-bibit penciptaan karya tari kontemporer yang memiliki kesadaran terhadap situasi sosio-kultural, geopolitik, dan partikularitas praktek tari di beragam daerah di Indonesia. Dengan tema “Time Invader: Bodies In/Out of Place”, KoreoLAB 2024 akan dilaksanakan di Kecamatan Kota Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung, sebagai ruang bagi para seniman menelisik kompleksitas lingkungan dan sosio-kultural yang terjadi di daerah ini.
Program ini didukung oleh Dana Indonesiana melalui Kemendikbudristek RI dan LPDP. Dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juli 2024 di IFI Bandung. Bekerja sama dengan Goethe Institut Indonesien, Institut Francais Indonesie, dan berkolaborasi dengan Bumi Pancasona Kota Baru Parahyangan dan Dailah Sajian Nusantara.
Informasi selengkapnya dapat dilihat di instagram @saskirana.dc




English:
KoreoLAB Saskirana 2024 presents Melynda Adriani (Berau, East Kalimantan) in collaboration with Bandung collaborator artist Gelanggang Olah Rasa (Bandung, West Java). Also, Ayu Permata Sari (Kotabumi, Lampung) collaborates with Bandung collaborator artist Yori Frisa Papilaya from Rakarsa Foundation (Bandung, West Java). Then, mentored by Joned Suryatmoko (Dramaturg, Indonesia), Thusnelda Mercy (Dancer, Germany), and Pascal Merighi (Dancer, Germany).
“Industrial Water” departs from the research and observations of Melynda Adriani and Gelanggang Olah Rasa (GOR) in collaboration with Adiza Tri Utama and N. Djatnika. W, on the river, water, and electricity in Padalarang. Melynda and GOR tried to see the relationship between the body of the river, which is quite close to the industrial body, but increasingly distant from the human body. This phenomenon is not much different from the reality faced by the people of Berau due to coal industry activities that utilize the river body as a barge crossing route.
This program is an ongoing residency for choreographers and dancers that involves cross-field artists. By selecting 20 young dance artists from various regions in Indonesia to gather and receive intensive dance training from professional dance mentors, this program aims to deepen dance skills, broaden horizons and build a network of dancers in Indonesia. Lasting for 7 days, this program is conducted to map the diversity of dance potential as well as to capture the seeds of contemporary dance creation that have an awareness of the socio-cultural situation, geopolitics, and the particularity of dance practice in various regions in Indonesia. With the theme “Time Invader: Bodies In/Out of Place”, KoreoLAB 2024 will be held in Padalarang City District, West Bandung Regency, and Bandung City, as a space for artists to examine the environmental and socio-cultural complexities that occur in this area.
This program is supported by Dana Indonesiana through the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia and LPDP. It will be held on Saturday, July 27, 2024 at IFI Bandung. In collaboration with Goethe Institut Indonesien, Institut Francais Indonesie, and in collaboration with Bumi Pancasona Kota Baru Parahyangan and Dailah Sajian Nusantara.
More information can be seen on Instagram @saskirana.dc
